//
Sebuah Pengantar

Sang “ALKEMIS”

“Jika Engkau memberi arti kepada  semua yang ada di alam, maka semua yang ada di alam akan memberi arti kepadamu”

Siapakah Dia?

Jauh Sebelum Kimia menjadi salah satu jenis Ilmu Pengetahuan/Sains yang berkembang di Eropa, Orang-orang di semenanjung Arabia ramai memunculkan sesosok Figur (mungkin hanya imaginasi) seorang yang bergelar sang “Alkemis”. Dialah satu-satunya orang yang waktu itu konon mampu merubah karbon menjadi emas. Memang pada saat itu sudah mulai berkembang sebuah dongeng tentang ilmu cara mengubah karbon menjadi emas. Konon ilmu inilah yang merupakan dasar berkembangnya Ilmu Kimia.

Siapakah dia sebenarnya sang alkemis itu?

Betulkah Dia mampu merubah karbon menjadi emas?

Apakah Semua orng bisa menjadi Sang Alkemis?

Dialah yang telah mencapai puncak kearifan dalam hidup

Bahwa kearifan hidup bukanlah sesuatu yang “by given”. Kearifan adalah proses panjang yang tidak dapat dicapai secara instan. Kearifan dapat dicapai apabila kita mampu mengambil hikmah-himah yang tercecer di setiap jengkal perjalanan hidup. Hanya saja kita lupa, atau bahkan terbutakan karena kita disilaukan oleh sesuatu yang tampak luar, tanpa berusaha mengerti dan memahami bahwa dibalik semua peristiwa yang kita lalui ada sebuah rahasia agung dari sang pencipta.

Sang Alkemis mampu mengubah batu menjadi emas ketika dia sendiri sudah tidak membutuhkan emas dalam hidup ini. Tragis!!!..mungkin ini yang akan kita katakan, sebab kita mengomentarinya dari sisi kita bukan dari sisi Sang Alkemis. Ya..dari sisi keawaman kita yang masih memandang bahwa dunia ini adalah segala-galanya, tidak memiliki arti sedikitpun selain dunia itu sendiri. Bagi Sang Alkemis dunia ini sangat berarti ketika Dia memiliki hati yang terus-menerus hidup. Di sinilah Sang Alkemis mencapai derajat kesufiannya.

Dia mampu merubah karbon mejadi emas

Karbon adalah simbol sesuatu yang tak berarti. Meskipun karbon adalah unsur asal-muasal kehidupan, tapi itu jika sudah bersenyawa dengan unsur lain, sedangkan karbon itu sendiri menunjukan ketidak berartiannya.

Emas merupakan simbol kemuliaan dan simbol keberartian.

Di tangan sang Alkemis, sesuatu yang tak berarti akan berubah menjadi sesuatu yang sangat berarti dan dimuliakan.

Mengapa?……

Karena dalam hati Sang Alkemis  tidak pernah membedakan hal-hal di dunia ini, semua ciptaan Tuhan adalah Mulia. Dia mampu menghargai setiap ciptaan Allah SWT. Selalu berusaha memberikan arti bagi setiap ciptaan, dan setiap peristiwa.

Dialah sang Sufi sejati

 

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ingat!!!

Author

Mari Berilmu Amaliah & Beramal Ilmiah!

%d blogger menyukai ini: