//
you're reading...
Uncategorized

Antara cangkul, pedang dan keris

Pada tahap primordial kebudayaan, manusia berusaha menciptakan cangkul, sabit, gergaji, dan peralatan kerja lainnya yang digunakan untuk mencari nafkah. Pada tahap selanjutnya setelah kebutuhan makan tercukupi, kemudian manusia berusaha menciptakan pedang, panah, senapan dan peralatan perang. Pada tahap ini manusia sudah berurusan dengan kekuasaan, ekspansi atau politik. Dan pada tahap yang paling akhir manusia menciptakan keris. Keris bukanlah alat mencari nafkah atau berperang, melainkan sebagai pusaka yang lebih memiliki nilai guna sebagai lambang kewibawaan atau kesaktian. Untuk membuat atau memiliki sebuah keris atau pusaka lainnya manusia perlu tirakat atau mahar yang nilainya sama dengan nilai keris tersebut.
Begitu juga ketika kita melihat fenomena belajar  manusia. Pada tingkatan terawam manusia belajar ilmu yang dapat dipakai untuk bekerja mencari nafkah, seperti ilmu teknik dan ekonomi. Kemudian setelah itu manusia akan belajar untuk berdebat, berpolitik dan menunjukan eksistensi serta gengsi. Dan pada tahap paling tinggi manusia akan belajar mencari ilmu kesejatian seperti halnya ilmu filsafat, tasawuf dan akhlak.

Nah, pada tahap yang manakah belajar anda?  Apakah sedang mencari cangkul, pedang ataukah keris? 

Iklan

About Jalil

Guru Kimia SMKN 1 Wanayasa Banjarnegara Jawa Tengah Indonesia

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ingat!!!

Author

Mari Berilmu Amaliah & Beramal Ilmiah!

%d blogger menyukai ini: