//
you're reading...
Artikel & Berita Pendidikan

Merenungkan Hukum Karma “Newton III”

Jika kita melempar bola ke dinding keras, maka bola itu akan terpantul kembali ke kita. Semakin keras lemparan bola ke dinding , akan semakin keras pula pantulan bola. Begitulah caranya alam ini berreaksi terhadap aksi-aksi yang kita berikan. Alam memang diam. Alam hanya akan berreaksi atas tindakan-tindakan kita.
Sekecil apapun tindakan kita di dunia akan membentur alam dan akan dipantulkan kembali ke kita. Logis jika saya mengatakan apapun yang kita dapatkan, kebaikan atau keburukan adalah pantulan dari perbuatan-perbuatan kita setiap saat.
Kesuksesan bukanlah sesuatu yang “by given”. Kesuksesan dalam pandangan logika di atas merupakan akumulasi tindakan-tindakan positif (membangun) yang dilakukan pada masa sebelumnya. Mungkin ada saja orang yang bertanya, “mengapa ada seseorang yang sukses tanpa usaha?”. Apakah anda pernah melihat fenomena semacam ini?, sukses tanpa usaha?. Kita tidak pernah tahu seberapa usaha yang telah dilakukan seseorangyang sukses tersebut, baik usaha fisik maupun usaha doa (doa berarti membangun energi dan sugesti terhadap alam). Kita kadang hanya tahu hasil akhir ketika melihat kesuksesan orang lain, bukan?.
begitu pula dengan naas dan bencana. Seorang agamis akan berkata bahwa naas dan bencana adalah ujian atau hukuman. Naas dan benca merupakan pantulan aksi-aksi negatif (merusak) kita sebelumnya.
Menyadarai atau tidak anda pasti akan mengatakan betul terhadap logika hukum Newton III ini. Cobalah tengok ke belakang ketika anda mendapatkan bencana, Apa yang telah kita lakukan sebelumnya?, juga ketika anda sukses, Bukankah kesuksesan tersebut adalah kristalisasi dari keringat dan do’a anda.
Orang-orang tua sering mengatakan, itu semua adalah hukum karma. Betul, hukum karma menggunakan kitab undang-undang hukum alam dalam menghakimi siapapun. Berhati-hatilah dengan “karma”. sebab penegak hukumnya adalah para “malaikat” yang tidak bisa sedikitpun diintervensi dengan suapan uang dan jabatan, kecuali oleh Tuhan yang menciptakannya.
Maka, marilah kita bersama-sama melempar bola-bola positif. Agar Kesuksesan kita raih kelak. Bagi kita yang selama ini suka melempar bola-bola kerusakan, bertaubatlah, masih ada harapan untuk melempar bola-bola positif agar hari esok kita adalah sorga harapan yang selalu kita impikan, bukan bencana api neraka yang siap menghauskan bukan saja anda, tetapi orang-orang di sekeliling anda juga. Bertaubatlah dengan segera maka lemparan bola-bola negatif massa lalu tidak dipantulkan oleh alam karena ada amnesti dari “hakim malaikat”.

About Jalil

Guru Kimia SMKN 1 Wanayasa Banjarnegara Jawa Tengah Indonesia

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ingat!!!

Author

Mari Berilmu Amaliah & Beramal Ilmiah!

%d blogger menyukai ini: