//
you're reading...
Artikel & Berita Pendidikan

Membentuk Kepribadian Imun

Suatu hal yang tidak mungkin, hidup di zaman globalisasi seperti sekarang ini, seseorang bisa terhindar dari pengaruh-pengaruh negatif dari luar. Setiap saat kitadihadapkan pada pilihan-pilihan antara hal positif dan hal negatif. Pengaruh-pengaruh yang datang dari teman, jejaring sosial, situs-situs, dan media informasi/komunikasi lainnya sangat mempengaruhi setiap pilihan-pilihan kita. Kecuali, jika kita bermaksud mengasingkan diri pada suatu tempat yang terisolasi sehingga terbebas dari segala pengaruh luar akibat globalisasi ini. Seorang manusia yang akan selamat dari berbagai pengaruh negatif dari luar adalah mereka yang memiliki kekebalan kepribadian yang mampu menolak segala pengaruh negatif dari luar.
Disinilah sebenarnya peran lembaga pendidikan baik sekolah, pesantren dan lain-lain untuk membentuk kepribadian anak didiknya. Berkaitan dengan sekolah sebagai lembaga pendidikan (bukan pengajaran), saya lebih sepakat jika semua proses pendidikan diibaratkan sebagai proses imunisasi kepribadian. Melalui imunisasi kepribadian ini diharapkan outputnya adalah manusia yang mampu hidup berbaur dalam pergaulan global tanpa harus terpengaruh oleh hal-hal negatif.
Pendidikan sebagai proses imunisasi memerlukan kemasan yang kreatif dari para pendidik untuk membuat berbagai macam vaksin. Dalam hal ini vaksin diartikan sebagai informasi/pengetahuan tentang suatu hal yang dikemas secara kreatif sedemikian rupa sehingga mapu mengantitesis informasi/pengetahuan tersebut. Dengan mengetahui informasi/pengetahuan tentang hal negatif secara komprehensip diharapkan seseorang akan menjauhinya. Sebagai contoh konkrit, agar seorang anak didik mampu menghindarkan diri dari pergaulan bebas (tanpa etika, adap sebagai manusia) maka seorang pendidik bukannya menghindarkan anak-anaknya dari informasi dan mentabukan segala hal yang berkaitan dengan pergaulan bebas, melainkan pendidik harus mampu menjelaskan secara komprehensif hal-hal yang berkaitan dengan pergaulan bebas dari fakta-fakta yang ada dengan ditambahi wawasan dampak negatif pergaulan bebas. Dengan kemasan yang lebih kreatif diharapkan pengetahuan tentang perilaku negatif tersebut akan dengan sendirinya mampu melawan pengaruh negatif yang datang dalam kesehariannya.

About Jalil

Guru Kimia SMKN 1 Wanayasa Banjarnegara Jawa Tengah Indonesia

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ingat!!!

Author

Mari Berilmu Amaliah & Beramal Ilmiah!

%d blogger menyukai ini: