07. Memahami konsep larutan elektrolit dan elektrokimia

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama sekolah                   : SMKN 1 Wanayasa

Bidang Studi Keahlian       : Agribisnis dan Agroteknologi

Kompetensi Keahlian        : Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian dan

Agribisnis Ternak Ruminansia

Mata Pelajaran                  : KIMIA

Kelas / Semester              : XI / 3 (tiga)

Tahun Pelajaran                : 2011/2012

Pertemuan Ke                   : 5 dan 6

Alokasi                              : 4 x 45 menit

Standar Kompetensi         : Memahami konsep larutan elektrolit dan elektrokimia

Kompetensi Dasar            : Membedakan larutan elektrolit dan nonelektrolit

Indikator                            :

1.    Pengertian larutan sebagai campuran dari dua atau lebih zat yang homogen dideskripsikan dengan benar.

2.    Pengertian Larutan biner sebagai larutan yang hanya terdiri atas zat terlarut dan pelarut dideskripsikan dengan benar.

3.    Perbedaan larutan elektrolit dan non elektrolit berdasarkan sifat hantaran listriknya diamati dengan benar.

4.    Ciri-ciri hantaran listrik dalam berbagai larutan disimpulkan berdasarkan hasil percobaan.

   I.    Tujuan Pembelajaran  :

1.    Siswa dapat menjelaskan Pengertian larutan sebagai    campuran dari dua atau lebih zat yang homogen

2.    Siswa dapat menjelaskan Pengertian Larutan biner sebagai  larutan yang hanya terdiri atas zat terlarut dan pelarut

3.    Siswa menjelaskan perbedaan larutan elektrolit dan non elektrolit berdasarkan sifat hantaran listriknya

  1. Siswa dapat menyimpulkan Ciri-ciri hantaran listrik dalam berbagai larutan

 II.   Materi Ajar                 : larutan elektrolit dan non  elektrolit

III.     Metode Pembelajaran :Ceramah, Diskusi, Praktikum, Penugasan

IV.   Langkah- langkah Pembelajaran

      Pertemuan 5

URAIAN KEGIATAN

WAKTU METODE
A. Kegiatan Awal

1.    Mengabsen siswa

2.    Memberikan motivasi belajar tentang pelajaran yang berkenaan dengan larutan elektrolit dan non  elektrolit

 

5 Menit

5 Menit

 

1.Tanya jawab

B. Kegiatan Inti

1.    Diskusi dan informasi tentang pengertian larutan melalui demonstrasi campuran.

2.    Diskusi dan informasi tentang larutan biner.

3.    Siswa diberi tugas mengerjakan soal latihan

4.    Pembahasan hasil pekerjaan siswa

 

60 Menit

 

 

1. Ceramah

2. Diskusi

3.Penugasan

 

 

C. Kegiatan Akhir

1.    Menyimpulkan materi tentang larutan elektrolit dan non  elektrolit

2.    Pemberian tugas latihan di rumah

 

15 Menit

5 Menit

 

1. Ceramah

2.Penugasan

      Pertemuan 6

URAIAN KEGIATAN

WAKTU METODE
A. Kegiatan Awal

1.    Mengabsen siswa

2.    persiapan praktikum

 

5 Menit

5 Menit

 

1.Tanya jawab

B. Kegiatan Inti

1.    Mengamati daya hantar listrik larutan.

2.    Mengelompokkan beberapa larutan ke dalam larutan elektrolit dan non elektrolit.

3.    Mengelompokkan beberapa larutan elektrolit menjadi elektrolit kuat dan lemah.

4.    Membuat laporan hasil percobaan.

 

60 Menit

 

 

1. Ceramah

2. Diskusi

3.Penugasan

 

 

C. Kegiatan Akhir

1.    Review tentang larutan elektrolit dan non elektrolit.

2.    Pemberian tugas latihan di rumah

 

15 Menit

5 Menit

 

1. Ceramah

2.Penugasan

 V.   Alat/ Bahan/ Sumber Belajar :

1.                    Buku kimia untuk smk

2.                    Buku kimia untuk sma

3.                    Buku referensi yang relevan

4.                    Alat dan bahan praktek

VI.   Penilaian :

1.    Pengamatan

2.    Tanya Jawab

3.    Tes tertulis (soal test terlampir)

4.    laporan praktikum

Wanayasa,  Juli  2011

Mengetahui,

Kepala Sekolah SMK N 1 Wanayasa

 

 

Drs, Keriyanto

NIP. 19580909 198403 1 008

 

Guru Mata Diklat Kimia

 

 

M. Ngabdul Jalil, S.Si

NIP 19790121 201001 1 014

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….

Lembar Kerja Siswa

A.    Praktikum

Uji Daya Hantar Listrik Larutan

         i.        Alat dan Bahan yang diperlukan:

 

1.        8 Gelas kimia 100 mL

2.        Gelas ukur

3.        Alat uji daya hantar listrik

4.        Larutan Gula

5.        Larutan Garam dapur

6.        Larutan NH4OH

7.    Larutan alkohol (C2H5OH)

8.    Larutan CO(NH2)2

9.    Larutan NaOH

10. Larutan asam cuka

11.      Larutan HCl

12.      Larutan H2SO4

 

    ii.        Cara Kerja:

1.    Siapkan gelas kimia 8 buah, berilah label nomor pada masing-masing gelas kimia.

2.    Masukkan masing-masing dalam gelas kimia larutan

3.    Uji daya hantar masing-masing larutan

4.    Catat hasil penyelidikanmu dalam tabel pengamatan.

 

   iii.        Tabel Pengamatan

No

Larutan

Pengamatan

Gelembung gas

Nyala lampu

1

Gula

2

Garam dapur

3

NH4OH

4

Alcohol (C2H5OH)

5

Urea CO(NH2)2

6

NaOH

7

Asam cuka

8

HCl

9

H2SO4

 

      iv.        Analisi dan Kesimpulan

1.    Kelompokanlah hasil pengamatanmu ke dalam larutan elektrolit dan non elektrolit

2.    Kelompokanlah hasil pengamatanmu ke dalam larutan elektrolit kuat dan elektrolit lemah

 

 

  1. Tes Tertulis

A.    Pilihlah Jawaban Yang Paling tepat!

3.    Data percobaan daya hantar listrik beberapa larutan

No.      Pengamatan Nyala lampu                      Gelembung gas

1.                Terang                                                    Ada

2.                Tidak nyala                                            Tidak ada

3.                Tidak nyala                                            Ada

4.                Tidak nyala                                            Tidak ada

5.                Menyala                                                 Ada

Berdasarkan data di atas yang merupakan larutan non

elektrolit adalah larutan …

A. 1 dan 5                          B. 1 dan 4                                C. 2 dan 3

D. 2 dan 4                         E. 3 dan 5

4.    Perhatikan persamaan reaksi di bawah ini!

(1) Fe(OH)2 → Fe2+ + 2OH-

(2) HCOOH → HCOO- + O

(3) HNO3 → H+ + NO3+

(4) Ca(OH)2 → Ca2+ + 2OH-

Reaksi ionisasi yang tepat adalah …

A. (1) dan (4)                     B. (1) dan (3)                           C. (2) dan (3)

D. (2) dan (4)                    E. (3) dan (4)

B.    Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini dengan benar

1.     Mengapa NaOH dapat menghantarkan arus listrik, sedangkan C2H5OH tidak dapat menghantarkan arus listrik?

2.     Tuliskan reaksi ionisasi senyawa berikut

a.            Ba (OH)2

b.            Ca3 (PO4)2

c.            Na2CO3

d.            FeCL3

3.     Perkirakan larutan manakah yang daya hantar listriknya paling kuat? NaCL 0,2M, CH3COOH 0,3M, H2SO4 0,1M, Na2SO4 0,2M

4.     Sebutkan masing-masing 5 contoh dari senyawa

a.    Ionik

b.    Kovalen elektrolit

c.    Contoh dari senyawa

d.    Kovalen non elektrolit

Jawaban

Soal  A : 1D, 2A

SoaL B :

1.     Karena NaOH dalam air dapat terionisasi NaOH       Na+ + OH-

2.     a. Ba (OH)2          Ba2+ + 2OH-

b. Ca3 (PO4)2          Ca2+  +2PO43-

c. Na2CO3          Na+ + 2CO3-

d. FeCL3         Fe3+ + 3CL-

3.     Yang paling kuat adalah Na2SO4 0,2M

4.     a. NaCL, NaOH, FeCL3, AlCL3, Mg (OH)2

b. HCL, HBr, HF, HI, H2SO4

c. C2H5OH, CO (NH2)2, C6H12O6, C6H6, CH3-O-CH3


++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

 Nama sekolah                   : SMKN 1 Wanayasa

Bidang Studi Keahlian       : Agribisnis dan Agroteknologi

Kompetensi Keahlian        : Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian dan

Agribisnis Ternak Ruminansia

Mata Pelajaran                  : KIMIA

Kelas / Semester              : XI / 3 (tiga)

Tahun Pelajaran                : 2011/2012

Pertemuan Ke                   : 7

Alokasi                              : 2 x 45 menit

Standar Kompetensi         : Memahami konsep larutan elektrolit dan elektrokimia

Kompetensi Dasar            : Mengidentifikasi dan mengklasifikasi berbagai larutan

Indikator                            :

1.    Kemampuan larutan menghantarkan arus listrik berdasarkan banyaknya ion yang terbentuk dalam larutan dideskripsikan dengan benar.

2.    Penyebab adanya ion-ion dalam larutan akibat ikatan ion atau kovalen polar dideskripsikan dengan benar.

I.    Tujuan Pembelajaran  :

1.    Siswa dapat menjelaskan Kemampuan larutan menghantarkan arus listrik berdasarkan banyaknya ion yang terbentuk dalam larutan

2.    Siswa dapat menjelaskan Penyebab adanya ion-ion dalam larutan akibat ikatan ion atau kovalen polar

II.   Materi Ajar                    : larutan elektrolit dan non  elektrolit

III.  Metode Pembelajaran : Ceramah, Diskusi, Presentasi, Penugasan

IV.   Langkah- langkah Pembelajaran

     Pertemuan 7

URAIAN KEGIATAN

WAKTU METODE
A. Kegiatan Awal

1.  Mengabsen siswa

2.  Mengingatkan materi yang lalu dengan membahas pekerjaan rumah

 

5 Menit

5 Menit

 

1.Tanya jawab

B. Kegiatan Inti

1.  Diskusi dan informasi tentang hubungan daya hantar dan jumlah ion yang ada dalam larutan.

2.  Diskusi dan informasi tentang penyebab adanya ion-ion dalam larutan.

3.  Siswa diberi tugas mengerjakan soal latihan

4.  Pembahasan hasil pekerjaan siswa

 

60 Menit

 

 

1. Ceramah

2. Diskusi

3.Penugasan

C. Kegiatan Akhir

1.  Menyimpulkan materi tentang larutan elektrolit dan non  elektrolit

2.  Pemberian tugas latihan di rumah

 

15 Menit

5 Menit

 

1. Ceramah

2.Penugasan

V.    Alat/ Bahan/ Sumber Belajar

1.    Buku kimia untuk smk

2.    Buku kimia untuk sma

3.    Buku referensi yang relevan

VI.   Penilaian :

1.    Pengamatan

2.    Tanya Jawab

3.    Tes tertulis (soal test terlampir)

 

Wanayasa,  Juli  2011

Mengetahui,

Kepala Sekolah SMK N 1 Wanayasa

 

 

Drs, Keriyanto

NIP. 19580909 198403 1 008

 

Guru Mata Diklat Kimia

 

 

M. Ngabdul Jalil, S.Si

NIP 19790121 201001 1 014

 ………………………………………………………………………………………………………………………..

Instrumen Penilaian

 A.    Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini dengan benar!

1.    Larutan berikut ini manakah yang menghantarkan arus listrik, jelaskan mengapa?

a.    NaCl

b.    C6H12O6

c.    CH3COOH

2.  Mengapa glukosa tidak dapat menghantarkan arus listrik

Jawab

1.   Yang menghantarkan arus listrik NaCl karena terionisasi seluruhnya dan CH3COOH karena terionisasi sebagian.

2.   Karena glukosa tidak dapat terionisasi

+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

 Nama sekolah                   : SMKN 1 Wanayasa

Bidang Studi Keahlian       : Agribisnis dan Agroteknologi

Kompetensi Keahlian        : Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian dan

Agribisnis Ternak Ruminansia

Mata Pelajaran                  : KIMIA

Kelas / Semester              : XI / 3 (tiga)

Tahun Pelajaran                : 2011/2012

Pertemuan Ke                   : 8, 9, 10

Alokasi                              : 6 x 45 menit

Standar Kompetensi         : Memahami konsep larutan elektrolit dan elektrokimia

Kompetensi Dasar            : Menggunakan satuan konsentrasi dalam membuat larutan

Indikator                            :

1.    Pengertian konsentrasi sebagai daya larut atau kemampuan melarut suatu zat dalam suatu pelarut dideskripsikan dengan benar.

2.    Pengertian larutan jenuh/tidak jenuh dideskripsikan dengan benar.

3.    Satuan konsentrasi larutan sebagai perbandingan jumlah mol, massa atau volume zat terlarut terhadap jumlah massa atau volume larutan yang dinyatakan dalam prosen (%m/m, %m/v, %v/v), ppm (miligram atau mililiter zat terlarut terhadap 1 kg atau iL larutan), M (mol/L larutan), m (∑mol/1kg pelarut), X(∑mol komponen/∑mol komponen total) dideskripsikan dengan benar.

4.    Pembuatan larutan sesuai satuan konsentrasi yang diinginkan dilakukan dengan baik.

I.    Tujuan Pembelajaran  :

1.    Siswa dapat menjelaskan Pengertian konsentrasi sebagai daya larut atau kemampuan melarut suatu zat dalam suatu pelarut

2.    Siswa dapat menjelaskan Pengertian larutan jenuh/tidak jenuh

3.    Siswa menjelaskan Satuan konsentrasi larutan sebagai perbandingan jumlah mol, massa atau volume zat terlarut terhadap jumlah massa atau volume larutan yang dinyatakan dalam prosen (%m/m, %m/v, %v/v), ppm (miligram atau mililiter zat terlarut terhadap 1 kg atau iL larutan), M (mol/L larutan), m (∑mol/1kg pelarut), X(∑mol komponen/∑mol kompoten total)

4.    Siswa dapat Membuat larutan sesuai satuan konsentrasi yang diinginkan

II.   Materi Ajar                : Konsentrasi dan Satuan konsentrasi

III.   Metode Pembelajaran : Ceramah, Diskusi, Praktikum, Penugasan

 IV.   Langkah- langkah Pembelajaran

      Pertemuan 8

URAIAN KEGIATAN

WAKTU METODE
A. Kegiatan Awal

1.  Mengabsen siswa

2.  Mengingatkan materi yang lalu dengan membahas pekerjaan rumah

 

5 Menit

5 Menit

 

1.Tanya jawab

B. Kegiatan Inti

1.  Diskusi dan informasi tentang konsentrasi, larutan jenuh, dan tak jenuh.

2.  Siswa diberi tugas mengerjakan soal latihan

3.  Pembahasan hasil pekerjaan siswa

 

60 Menit

 

 

1. Ceramah

2. Diskusi

3.Penugasan

C. Kegiatan Akhir

1.  Menyimpulkan materi tentang konsentrasi larutan

2.  Pemberian tugas latihan di rumah

 

15 Menit

5 Menit

 

1. Ceramah

2.Penugasan

     Pertemuan 9

URAIAN KEGIATAN

WAKTU METODE
A. Kegiatan Awal

1.  Mengabsen siswa

2.  Mengingatkan materi yang lalu dengan membahas pekerjaan rumah

 

5 Menit

5 Menit

 

1.Tanya jawab

B. Kegiatan Inti

1.  Diskusi dan informasi satuan konsentrasi dengan.

2.  siswa diberi soal Latihan menghitung dan mengubah satuan konsentrasi.

3.  Pembahasan hasil pekerjaan siswa

 

60 Menit

 

 

1. Ceramah

2. Diskusi

3.Penugasan

C. Kegiatan Akhir

1.  Menyimpulkan materi tentang satuan konsentrasi larutan

2.  Pemberian tugas latihan di rumah

 

15 Menit

5 Menit

 

1. Ceramah

2.Penugasan

     Pertemuan 10

URAIAN KEGIATAN

WAKTU METODE
A. Kegiatan Awal

1.  Mengabsen siswa

2.  Persiapan praktikum

 

5 Menit

5 Menit

 

1.Tanya jawab

B. Kegiatan Inti

1.  Mengamati demonstrasi tentang kemampuan suatu zat melarut.

2.  Membuat larutan sesuai satuan konsentrasi yang diinginkan.

3.  Membuat laporan.

 

60 Menit

 

 

1. Ceramah

2. Diskusi

3.Penugasan

C. Kegiatan Akhir

1.  Menyimpulkan materi tentang konsentrasi larutan

2.  Pemberian tugas latihan di rumah

 

15 Menit

5 Menit

 

1. Ceramah

2.Penugasan

V.    Alat/ Bahan/ Sumber Belajar

1.    Buku kimia untuk smk

2.    Buku kimia untuk sma

3.    Buku referensi yang relevan

4.    Alat dan bahan praktek

VI.  Penilaian :

1.    Pengamatan

2.    Tanya Jawab

3.    Tes tertulis (soal test terlampir)

4.    laporan praktikum

Wanayasa,  Juli  2011

Mengetahui,

Kepala Sekolah SMK N 1 Wanayasa

 

 

Drs, Keriyanto

NIP. 19580909 198403 1 008

 

Guru Mata Diklat Kimia

 

 

M. Ngabdul Jalil, S.Si

NIP 19790121 201001 1 014

……………………………………………………………………………………………………………………………………………………

Lembar Kerja Siswa

A.   Tes Unjuk Kerja (Praktikum)

 Membuat larutan dengan berbagai konsentrasi

          I.        Tujuan

1.    Mempelajari pembuatan larutan dengan satuan konsentrasi % volume

2.    Mempelajari pembuatan larutan dengan satuan konsentrasi ppm

3.    Mempelajari pembuatan larutan dengan satuan konsentrasi Molaritas

       II.        Alat dan Bahan

  1. Labu ukur
  2. Labu takar
  3. Pipet tetes
  4. Pengaduk kaca
  5. Neraca
  6. Gula / glukosa
  7. Alkohol
  8. Akuades

      III.        Langkah Percobaan

a.    Membuatan larutan gula 10%, 30%, 40% dari gula serbuk

1.    Timbang gula serbuk sebanyak 10 gr, untuk membuat larutan gula 10%

2.    Siapkan gula serbuk 10 gr dalam labu takar

3.    Tambahkan akuades sampai batas ukur 100 ml

4.    Aduk dengan pengaduk gelas hingga merata

5.    Lakukan percobaan dari awal dengan dengan mengganti berat gula serbuk 30 gr dan 40 gr untuk membuat larutan gula 30% dan 40%

b.    Membuat larutan alcohol 20%, 50% dan alcohol 75%

  1. Ambil sebanyak 40 ml larutan alcohol 75% dengan pipet ukur, masukan ke dalam labu ukur 100 ml.
  2. Tuangkan alcohol tersebut ke dalam gelas takar
  3. Ambil sebanyak 20ml  akuades masukan ke dalam labu ukur (untuk membuat larutan alcohol 30%)
  4. Tambahkan akuades ke dalam gelas takar yang berisi 40 ml alcohol. Aduk hingga merata (gunakan pengaduk gelas).
  5. Lakukan percobaan lagi untuk membuat alcohol 30% dengan menambahkan 60 ml akuades ke dalam 40% alcohol 75%.

c.    Membuat NaOH 1 M, 0.5 M

1.   Ditimbang secara teliti 0,4 gram butiran NaOH menggunakan kaca arloji dan neraca analitik.

2.   Begitu penimbangan selesai dilakukan, dipindahkan NaOH dari gelas arloji ke dalam gelas beker yang telah berisi 20-25 mL akuades hangat.

3.   Diaduk dengan pengaduk kaca hingga seluruh NaOH larut sempurna

4.   Dipindahkan larutan dari gelas beker ke dalam labu takar 50 mL.

5.   Ditambahkan akuades hingga tanda batas pada labu takar. Ditutup labu takar, kemudian dikocok hingga homogen.

     IV.        Perhitungan

a.    Membuatan larutan gula 10%, 30%, 40% dari gula serbuk

% gula =massa gula (gr) : massa gula (gr) + massa akuades (gr)

Massa jenis air = 1 gr/ml

b.    Membuat larutan alcohol 20%, 50% dan alcohol 75%

V1 x M1 =  V2  x M2

c.    Membuat NaOH 1 M, 0.5 M

M = (massa NaOH/ Mr NaOH) / (Volume akuades)

 

B.   Tes Tertulis

Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini dengan benar

1. Massa H2SO4 (Mr = 98) yang terkandung dalam 2 liter

Larutan H2SO4 0,1 M adalah …

A. 20 gram

B. 9,8 gram

C. 19,6 gram

D. 29,4 gram

E. 49 gram

 

2. .Bagaimana cara membuat 500ml larutan NaOH 0,2M dari NaOH padat?

( ArNa : 23 O : 16, H : 1 )

3. .Berapa konsentrasi HCL yang terbentuk dari 73 gram padatan HCL dalam 1 liter

( Ar H : 1, CL : 35,5 )

 

Jawaban

4.    E

5.    Dengan menggunakan NaOH : 4 gram NaOH

6.    2 Molar

 

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Nama sekolah                   : SMKN 1 Wanayasa

Bidang Studi Keahlian       : Agribisnis dan Agroteknologi

Kompetensi Keahlian        : Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian dan

Agribisnis Ternak Ruminansia

Mata Pelajaran                  : KIMIA

Kelas / Semester              : XI / 3 (tiga)

Tahun Pelajaran                : 2011/2012

Pertemuan Ke                   : 11, 12

Alokasi                              : 4 x 45 menit

Standar Kompetensi         : Memahami konsep larutan elektrolit dan elektrokimia

Kompetensi Dasar            : Menerapkan konsep reaksi redoks dalam elektrokimia

Indikator                            :

1.    Terjadinya proses elektrokimia karena adanya energi yang dihasilkan pada reaksi spontan dijelaskan dengan benar.

2.    Pengertian sel elektrokimia sebagai perangkat alat percobaan untuk membangkitkan listrik melalui reaksi redoks yang spontan dideskripsikan dengan benar.

3.    Komposisi sel elektrokimia sebagai dua sel setengah reaksi yang disebut sel oksidasi dan sel reduksi yang masing-masing terdiri atas larutan elektrolit dan elektrodanya, dan dihubungkan oleh jembatan garam dideskripsikan dengan benar.

 I.   Tujuan Pembelajaran  :

1.    Siswa dapat menjelaskan Terjadinya proses elektrokimia karena adanya energi yang dihasilkan pada reaksi spontan

2.    Siswa dapat menjelaskan Pengertian sel elektrokimia sebagai perangkat alat percobaan untuk membangkitkan listrik melalui reaksi redoks yang spontan

3.    Siswa dapat menjelaskan Komposisi sel elektrokimia sebagai dua sel setengah reaksi yang disebut sel oksidasi dan sel reduksi yang masing-masing terdiri atas larutan elektrolit dan elektrodanya, dan dihubungkan oleh jembatan garam

II.   Materi Ajar                    :  Reaksi Redoks dan elektrokimia

III.       Metode Pembelajaran : Ceramah, Diskusi, Penugasan

IV.      Langkah-langkah pembelajaran

        Pertemuan 11

URAIAN KEGIATAN

WAKTU METODE
A. Kegiatan Awal

1.    Mengabsen siswa

2.    Mengingatkan materi yang lalu dengan membahas pekerjaan rumah

 

5 Menit

5 Menit

 

1.Tanya jawab

B. Kegiatan Inti

1.    Diskusi dan informasi tentang konsentrasi, larutan jenuh, dan tak jenuh.

2.    Siswa diberi tugas mengerjakan soal latihan

3.    Pembahasan hasil pekerjaan siswa

 

60 Menit

 

 

1. Ceramah

2. Diskusi

3.Penugasan

C. Kegiatan Akhir

1.    Menyimpulkan materi tentang konsentrasi larutan

2.    Pemberian tugas latihan di rumah

 

15 Menit

5 Menit

 

1. Ceramah

2.Penugasan

 

     Pertemuan 12

URAIAN KEGIATAN WAKTU METODE
A. Kegiatan awal

1.    Mengabsen siswa

2.    Persiapan Ulangan Harian (Uji Kompetensi 3)

 

5 Menit

5 Menit

 

 

B. Kegiatan Inti

1.    Uji Kompertensi  (Memahami konsep larutan elektrolit dan elektrokimia)

 

75 Menit

 

 

1. Tes tertulis

C. Kegiatan Akhir

1.    Siswa mengumpulkan hasil pekerjaannya

 

5 Menit

 

 

V.    Alat / Bahan/ Sumber Belajar

1.    Buku kimia untuk smk

2.    Buku kimia untuk sma

3.    Buku referensi yang relevan

VI.   Penilaian :

1.    Pengamatan

2.    Tanya Jawab

3.    Tes tertulis (soal test terlampir)

Wanayasa,  Juli  2011

Mengetahui,

Kepala Sekolah SMK N 1 Wanayasa

 

 

Drs, Keriyanto

NIP. 19580909 198403 1 008

 

Guru Mata Diklat Kimia

 

 

M. Ngabdul Jalil, S.Si

NIP 19790121 201001 1 014

…………………………………………………………………………………………………………………………………………………..

Lembar Kerja Siswa

A.   Tes Unjuk Kerja (Praktikum)

ELEKTROLISIS

Tujuan :

-          Untuk mempelajari perubahan yang terjadi pada elektrolisis larutan garam Natrium sulfat dan Kalium yodida.

Alat dan Bahan :

Alat dan Bahan

Ukuran/satuan

Jumlah

Tabung U

-

2

Elektroda karbon dan kabel

0,5 m

2/2

Baterai/catudaya

1,5 V

4/1

Jepit buaya

-

4

Statif dan klem

-

1/1

Tabung reaksi dan rak

-

4/1

Pipet tetes

-

1

Gelas kimia

100 cm3

3

Larutan Natrium sulfat

0,5 M

50 cm3

Larutan Kalium yodida

0,5 M

50 cm3

Fenoftalein

-

Sebotol

Indikator universal
Larutan kanji/amilum

Cara Kerja :

  1. Pasang alat elektrolisis.
  2. Elektrolisis larutan Na2SO4.

Tambahkan 10 tetes indikator universal ke dalam ± 50 cm3 larutan Na2SO4 dalam gelas kimia. Tuangkan larutan ini ke dalam tabung U sampai 1,5 cm dari mulut tabung. Celupkan elektroda karbon ke dalam masing-masing tabung U, dihubungkan kedua elektroda dengan sumber arus searah 6 V selama beberapa menit. Catat perubahan warna yang terjadi dalam kedua kaki tabung U itu.

  1. Elektrolisis larutan KI.
  2. Masukkan larutan KI ke dalam tabung U sampai 1,5 cm dari mulut tabung. Celupkan kedua elektroda karbon ke dalam masing-masing kaki tabung U dan hubungkan elektroda itu dengan sumber arus searah 6 V selama ± 5 menit. Catat perubahan yang terjadi  pada tiap-tiap elektroda.
  3. Keluarkan dengan hati-hati kedua elektroda, cium baunya dan catat.
  4. Pipet 2 cm3 larutan dari ruang katoda ke dalam 2 tabung reaksi tambahkan setetes penoftalein pada tabung 1 dan beberapa tetes larutan Amilum pada tabung 2.
  5. Ulangi cara kerja ini dengan larutan dari ruang anoda. Amati dan catat yang terjadi.
    1. Elektrolisis larutan Na2SO4.

Hasil larutan + indicator universal

  1. Sebelum dielektrolisis?
  2. Sesudah dielektrolisis?
  • Pada ruang katoda?
  • Pada ruang anoda?

Pembahasan :

  1. Na2SO4 → 2 Na+ + SO42- + 10 tetes indikator universal

A (+)                : 2 H2O → 4 H+ + O2 + 4 e

K (-) : 2 H2O + 2 e → 2 OH- + H2

Na2SO4 + 6 H2O → 2 Na+ + SO42- + 4 H+ + 4 OH- + O2 + 2 H2

Katoda           : NaOH + gas H2

Anoda            : H2SO4 + gas O2

2.  KI → K+ + I-

A (+)                : 2 I- → I2 + 2 e

K (-) : 2 H2O + 2 e → 2 OH- + H2

2 KI + 2 H2O → 2 K+ + I2 + 2 OH- + H2

2 KI + 2 H2O → 2 KOH + I2 + H2

Katoda           : KOH + gas H2

Dasar Teori :

Sel elektrolisis merupakan kebalikan dari sel volta. Dalam sel elektrolisis, listrik digunakan untuk melangsungkan reaksi redoks tak spontan. Sel elektrolisis terdiri dari sebuah electrode, elektrolit, dan sumber arus searah. Electron memasuki sel elektrolisis melelui kutub negatif (katoda). Spesi tertentu dalam larutan menyerap electron dari katoda dan mengalami reduksi. Sedangkan spesi lain melepas electron di anoda dan mengalami oksidasi.

Reaksi elektrolisis terdiri dari reaksi katoda, yaitu reduksi, dan reaksi anoda, yaitu oksidasi. Spesi yang terlibat dalam reaksi katoda dan anoda bergantung pada potensial elektroda dari spesi tersebut. Ketentuannya sebagai berikut.

  • Spesi yang mengalami reduksi di katoda adalah spesi yang potensial reduksinya terbesar.
  • Spesi yang mengalami oksidasi di anoda adalah spesi yang potensial oksidasinya terbesar.

Sel elektrolisis terbagi menjadi 2, yaitu:

1.    Elektrolisis larutan elektrolit.

2.    Elektrolisis larutan non elektrolit.

Elektroda dalam sel elektrolisis terbagi menjadi 2, yaitu:

1.    Elektroda inert/tidak aktif (elektroda karbon, platina, dan emas)

2.    Elektroda selain inert/aktif.

Kesimpulan :

  1. Reaksi elektrolisis terdiri dari reaksi katoda (reduksi) dan reaksi anoda (oksidasi).
  2. Sel elektrolisis terbagi menjadi 2, yaitu elektrolisis larutan elektrolit dan elektrolisis leburan elektrolit.
  3. Elektroda dalam sel elektrolisis terbagi menjadi 2, yaitu elektroda inert dan elektroda selain inert.

Daftar Pustaka

  • Purba, Michael. 2007. Kimia untuk SMA Kelas XII. Jakarta: Erlangga.

 

 

B.   Tes Tertulis

1.    Diketahui data potensial elektrode standar sebagai berikut:

 

 

 

 

Berdasarkan data di atas, manakah di antara reaksi berikut yang dapat berlangsung spontan?

A.                                B.

C.                         D.

E.

 

2.    Sebuah sel Volta mempunyai reaksi redoks sebagai berikut:

 

Diagram /notasi sel yang benar ditulis….

A. Sn I Sn2+ II Ag+ I Ag                                      B. Ag+ I Ag II Sn I Sn2+

C. Sn I Sn2+ II Ag I Ag+                                      D. Ag I Ag+ II Sn2+ I Sn

E. Sn I Ag+ II Sn2+ I Ag

Jawab ; 1C, 2A

Jawablah pertanyaan-pertanyaan dibawah ini dengan benar

1.     Diketahui :

Ni2+ + 2e-               Ni EO = -0,25 volt

Pb2+ + 2e-               Pb EO = -0,13 volt

Potensial standar sel yang terdiri dari elektrode Ni dan Pb adalah…

Jawab EOsel = EO besar – EO kecil

= -0,13 – (-0,25)

EOsel = +0,12 volt

2.     Dalam suatu sel volta terjadi reaksi :

Sn + 2Ag+           Sn2+ + 2Ag

Jika diketahui EO Sn2+ l Sn = -0,14 volt dan EO Ag+ l Ag = +0,80 volt, maka potensial standar sel tersebut adalah…

Jawab EOsel = EO besar – EO kecil

= +0,80 – (-0,14)

EOsel = +0,94 volt

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s